Kembali dari Gorontalo
Alhamdulillah, bisa pulang dengan selamat sampai di Jakarta. Kmrn bbrp hari ada di Gorontalo, ikutan rapid assesment Program Keluarga Harapan (PKH) yang diadakah Bappenas.
Fuih....pengalaman yang menyenangkan. Ikutan tahu tentang proses program pemerintah di lapangan. Kmrn waktu pulang, naek pesawat, sempet dag dig dug. Pesawatnya, baru take off 1 menit, menukik ke bawah slama bbrp detik. Terang saja, seluruh penumpang pada panik. Selama perjalanan, ngrasa kalo ada yang aneh. Alhamdulillah, bisa sampe dengan selamat di Cengkareng.
Aku ikutan ke Gorontalo, tanggal 6 - 9 agustus 2007. Lumayan, bisa foto2 di sana, hehehe....
Jika melihat daerah, terdapat banyak ketimpangan dengan pembangunan di Jakarta. Keliatan banget bahwa Indonesia slama ini hanya ada di Jakarta (atau Jawa). Kue pembangunan memang kurang merata. Ini adalah bibit dari separatisme di daerah. Jika obatnya dari dulu cuma tindakan represif, ya itu kurang efektif.
Tindakan preventif yang tepat adalah meratakan pembangunan di seluruh Indonesia. Kmrn waktu tiba di bandara Djalaluddin, nama bandara di Gorontalo (red). Di sana banyak perbedaan. Bandara tersebut masih baru dan dalam tahap pembenahan. Kamar mandinya jorok. Air port tax-nya??? Rp 9.000,-. Jangan bandingkan dengan Soekarno-Hatta seharga Rp 30.000,-. Beda jauh lah....
Itu baru yang keliatan sedikit. Belom kalo menelisik lebih jauh lagi. Well, semoga Indonesia lebih baik lagi kedepan
-arip muttaqien-
-orde pemikiran bebas-

Comments